Mengapa Aku Ingin Memiliki Anak?

pexels-rachel-claire-4577793

Tulisan ini diketik dengan situasi anakku yang hari ini usianya sudah sepuluh bulan sedang terlelap tidur disampingku.

Setelah belakangan ini ramai banget topik tentang Childfree beserta berbagai macam alasannya, membuatku berpikir sebaliknya sembari merefleksikan diri dan bertanya pada diriku sendiri “Mengapa Aku Ingin Memiliki Anak?

Aku menikah di umur 24 tahun dan menurutkuku Aku sudah cukup siap untuk menjalani kehidupan pernikahan. Karena bagiku tujuan pernikahan adalah untuk ibadah serta menyempurnakan agama. Menikah adalah sebuah janji yang sakral, bukan sekadar janji diantara dua orang manusia tetapi juga dihadapan Allah.

Setelah menikah, sejujurnya Aku tidak memiliki ekspektasi apapun. Apakah akan langsung diberikan rejeki seorang anak atau tidak, sebagai manusia biasa Aku hanya bisa menjalankan sebaik-baiknya apa yang Allah takdirkan dan amanahkan kepadaku. That’s it.

Lalu alhamdulillah tidak lama setelah menikah, rejeki dari Allah itu hadirlah seorang bayi laki-laki yang selama sembilan bulan Aku kandung dan Aku lahirkan. Anakku, adalah sebenar-benarnya definisi I know I love you before i met you. Aku sangat mencintai dan menyanganginya, lebih dari apapun.

Seiring berjalannya waktu, yang Aku rasakan setelah menjadi orang tua adalah Aku semakin banyak belajar hal-hal baru lewat Anakku terutama kesabaran. parenting is hard, but i always try and give my best.

Tetapi sesulit apapun itu, saat anakku merangkak kearahku dengan antusias, atau saat Aku bermain bersamanya dan dia tertawa, saat Aku menyusuinya dan mata kita saling bertatapan, saat dia mencari perhatianku, saat dia menangis dan seketika tenang lewat pelukanku dan semua hal-hal manis lainnya. Aku merasa bahwa Aku istimewa dan Aku dunianya.

Meskipun terkadang Aku merasa insecure dan bertanya kepada diri sendiri “Am I good enough as a mother?” atau “Is he happy being with me?” tapi Aku selalu tersadarkan kembali bahwa apa yang Allah amanahkan kepadaku, sudah pasti Ia lebih tahu jika Aku mampu.

Yang sekarang Aku dan Suamiku usahakan adalah menjadi orang tua yang memberikan didikan terbaik dan ilmu bermanfaat untuk Anakku.

Anakku tidak perlu membalas apapun, dengan ketika dewasa nanti Ia bisa berdiri diatas kakinya sendiri dengan membawa apa yang sudah kami bekalkan sedari dalam kandungan dan saling mendoakan itu sudah cukup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s